Kebudayaan
Sebenarnya saya sedikit bingung untuk
menuliskan daerah mana yang harus saya tulis, karena daerah MinangKabau
bukanlah tempat kelahiran saya begitupun daerah Madura, saya sendiri lahir di
Surabaya. Berhubung saya tinggal di Payakumbuh selama 11 tahun dan cukup
mengenal bagaimana kebudayaan MinangKabau tersebut, jadi saya ingin kebudayaan
MinangKabau menjadi topik yang ingin saya ambil untuk blog saya ini.
Seperti yang kita ketahui
Indonesia mmiliki berbagai macam kebudayaan, salah satunya yaitu kebudayaan
masyarakat Minang Kabau. Siapa sih yang tidak kenal dengan kebudayaan
minangkabau ? orang-orang biasanya menyebut mereka orang minangkabau, tetapi
masyarakat minangkabau menyebut mereka dengan sebutan
“Urang Awak” yang berarti
adalah masyarakat minangkabau itu sendiri.
Pasti kalian
terheran-heran mendengar sebutan Minangkabau, kenapa dan apa penyebabnya bisa
di juluki MinangKabau ? Minangkabau itu sendiri adalah Menang Kerbau jika di
indonesiakan. Jadi ketika saya SD, guru saya pernah bercerita asal usul kenapa
bisa disebut minangkabau.
Kubu Ninik Mamak
(Minangkabau) memberikan usulan untuk mengalihkan objek pertempuran antara Kubu
Ninik Mamak dan Kubu Raja Aditiawarman yaitu berupa usulan adu kerbau. Maka
kedua kubu mempersiapkan kerbau terbaiknya, kubu Raja Aditiawarman
mempersiapkan kerbau jantan yang besar dengan tanduk panjang dan runcing
sedangkan kubu ninik mamak mempersiapkan anak kerbau yang beberapa hari tidak
menyusui dan pada bagian yang biasa di tumbuhi tanduk dipasanglah pisau tajam
dan runcing. Saat kedua kerbau itu di lepas di tempat peraduan, kerbau jantan
hanya berdiam diri karena bukan perkelahian sedangkan anak kerbau langsung
menghampiri kerbau jantan bukan untuk berkelahi melainkan untuk menyusui,
ketika anak kerbau tidak mendapatkan air susu pada kerbau jantan, anak kerbau
itu menggelengkan kepalanya, membuat perut kerbau jantan sobek hingga
berdarah-darah dan mati. Maka dari itu masyarakat minangkabau dikenal sebagai
suku minangkabau karena arti dari minangkabau itu sendiri adalah Menang Kerbau.
Makanan
Bahan-bahan masakan
padang tidak jauh dari lingkungannya yaitu flora dan fauna, masyarakat
minangkabau seringkali menggunakan berbagai macam bumbu dan rempah-rempah untuk
masakannya. Ciri utama dari masakan padang ini yaitu seringkali menggunakan
rasacita yang pedas sedangkan masyarakat jawa cenderung pedas manis.
Masyarakat jawa menyebut sambal
(cabe yang sudah di ulek) nah, ketika kalian berada di sumatera barat, jangan
sekali-kali menyebut sambal itu adalah cabe karena bagi masyarakat minangkabau
cabe itu adalah lado dan samba adalah lauk pauk itu sendiri.
Karena sudah banyak yang
tahu tentang masakan padang yaitu rendang, maka saya akan menjelaskan sedikit
tentang rendang tersebut. Rendang adalah daging yang dimasak menggunakan
campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah yang memiliki cita rasa pedas,
proses memasaknya dilakukan berulang-ulang dengan santan kelapa dan memakan
waktu yang sangat lama. Masakan ini selalu disajikan pada perhelat istimewa.
Rendang memiliki filosofi
tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat,
yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat
Minang, yaitu:
Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari “Niniak
Mamak” (para pemimpin Suku adat)
Karambia (kelapa), merupakan lambang “Cadiak Pandai”
(kaum Intelektual)
Lado (cabai), merupakan lambang “Alim Ulama” yang
pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan
masyarakat Minangkabau.
Ciri Khas
- Marantau atau bisa di bilang merantau dalam bahasa indonesia yang berarti pergi dari tempat asal untuk mencari pengalaman dan kehidupan baru. Maka dari itu banyak masyarakat padang yang bertebaran dimana-mana, contoh atau bukti nyata yaitu banyaknya restoran masakan padang bertebaran dimana-mana.
- Masyarakat minangkabau menganut sistem kekerabatan Matrilineal yaitu garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Suku bagi orang Minangkabau juga mengikuti dari suku ibu. Maka dari itu banyak yang menyebutnya paruik amak yang berarti perut ibu.
- Masyarakat minangkabau memiliki bahasa yang unik yang
lain dari yang lain. Contoh
Satu = ciek,
Dua = duo
Tiga = tigo
Yang saya tau jika diakhirannya ing maka bahasa minangnya ditambah iang
Dinding = Dindiang
Kucing = kuciang
Anjing = anjiang



Tidak ada komentar:
Posting Komentar