Kamis, 22 September 2016

Daerahku, Payakumbuh

Kebudayaan

            Sebenarnya saya sedikit bingung untuk menuliskan daerah mana yang harus saya tulis, karena daerah MinangKabau bukanlah tempat kelahiran saya begitupun daerah Madura, saya sendiri lahir di Surabaya. Berhubung saya tinggal di Payakumbuh selama 11 tahun dan cukup mengenal bagaimana kebudayaan MinangKabau tersebut, jadi saya ingin kebudayaan MinangKabau menjadi topik yang ingin saya ambil untuk blog saya ini.
Seperti yang kita ketahui Indonesia mmiliki berbagai macam kebudayaan, salah satunya yaitu kebudayaan masyarakat Minang Kabau. Siapa sih yang tidak kenal dengan kebudayaan minangkabau ? orang-orang biasanya menyebut mereka orang minangkabau, tetapi masyarakat minangkabau menyebut mereka dengan sebutan
“Urang Awak” yang berarti adalah masyarakat minangkabau itu sendiri.
Pasti kalian terheran-heran mendengar sebutan Minangkabau, kenapa dan apa penyebabnya bisa di juluki MinangKabau ? Minangkabau itu sendiri adalah Menang Kerbau jika di indonesiakan. Jadi ketika saya SD, guru saya pernah bercerita asal usul kenapa bisa disebut minangkabau.
Kubu Ninik Mamak (Minangkabau) memberikan usulan untuk mengalihkan objek pertempuran antara Kubu Ninik Mamak dan Kubu Raja Aditiawarman yaitu berupa usulan adu kerbau. Maka kedua kubu mempersiapkan kerbau terbaiknya, kubu Raja Aditiawarman mempersiapkan kerbau jantan yang besar dengan tanduk panjang dan runcing sedangkan kubu ninik mamak mempersiapkan anak kerbau yang beberapa hari tidak menyusui dan pada bagian yang biasa di tumbuhi tanduk dipasanglah pisau tajam dan runcing. Saat kedua kerbau itu di lepas di tempat peraduan, kerbau jantan hanya berdiam diri karena bukan perkelahian sedangkan anak kerbau langsung menghampiri kerbau jantan bukan untuk berkelahi melainkan untuk menyusui, ketika anak kerbau tidak mendapatkan air susu pada kerbau jantan, anak kerbau itu menggelengkan kepalanya, membuat perut kerbau jantan sobek hingga berdarah-darah dan mati. Maka dari itu masyarakat minangkabau dikenal sebagai suku minangkabau karena arti dari minangkabau itu sendiri adalah Menang Kerbau.

Makanan

Bahan-bahan masakan padang tidak jauh dari lingkungannya yaitu flora dan fauna, masyarakat minangkabau seringkali menggunakan berbagai macam bumbu dan rempah-rempah untuk masakannya. Ciri utama dari masakan padang ini yaitu seringkali menggunakan rasacita yang pedas sedangkan masyarakat jawa cenderung pedas manis.
Masyarakat jawa menyebut sambal (cabe yang sudah di ulek) nah, ketika kalian berada di sumatera barat, jangan sekali-kali menyebut sambal itu adalah cabe karena bagi masyarakat minangkabau cabe itu adalah lado dan samba adalah lauk pauk itu sendiri.
Karena sudah banyak yang tahu tentang masakan padang yaitu rendang, maka saya akan menjelaskan sedikit tentang rendang tersebut. Rendang adalah daging yang dimasak menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah yang memiliki cita rasa pedas, proses memasaknya dilakukan berulang-ulang dengan santan kelapa dan memakan waktu yang sangat lama. Masakan ini selalu disajikan pada perhelat istimewa.
Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu:
Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat)
Karambia (kelapa), merupakan lambang “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual)
Lado (cabai), merupakan lambang “Alim Ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Ciri Khas

  1. Marantau atau bisa di bilang merantau dalam bahasa indonesia yang berarti pergi dari tempat asal untuk mencari pengalaman dan kehidupan baru. Maka dari itu banyak masyarakat padang yang bertebaran dimana-mana, contoh atau bukti nyata yaitu banyaknya restoran masakan padang bertebaran dimana-mana.
  2. Masyarakat minangkabau menganut sistem kekerabatan Matrilineal yaitu garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Suku bagi orang Minangkabau juga mengikuti dari suku ibu. Maka dari itu banyak yang menyebutnya paruik amak yang berarti perut ibu.
  3. Masyarakat minangkabau memiliki bahasa yang unik yang lain dari yang lain. Contoh
     Satu = ciek,
     Dua = duo
     Tiga = tigo
    Yang saya tau jika diakhirannya ing maka bahasa minangnya ditambah iang
    Dinding = Dindiang
    Kucing = kuciang
    Anjing = anjiang

             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar